Gelar Festival HAM di Salatiga, Menteri HAM dan Rektor UKSW Tegaskan Pembangunan HAM Berlandaskan Jiwa Pancasila Tanpa Diskriminasi

11 Juni 2026 16:00 WIB
Humas Kementerian HAM
772 Dilihat

KEMENTERIAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: SEK.4-HM.01.07-1379/VI/2026

GELAR FESTIVAL HAM DI SALATIGA, MENTERI HAM DAN REKTOR UKSW TEGASKAN PEMBANGUNAN HAM BERLANDASKAN JIWA PANCASILA TANPA DISKRIMINASI

Salatiga, 11 Juni 2026

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pembangunan hak asasi manusia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila serta bebas dari segala bentuk diskriminasi. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Festival Hak Asasi Manusia (HAM) 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Kamis (11/06), dengan mengusung tema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila.”

Dalam paparannya, Menteri HAM menekankan bahwa pembangunan HAM harus menjamin penghormatan terhadap setiap individu tanpa membedakan latar belakang budaya, agama, suku, ras, maupun identitas lainnya. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan melalui penguatan tiga pilar utama, yakni knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan), dan attitude (sikap). “Untuk menjadi contoh yang berdampak, generasi muda dan seluruh elemen bangsa harus menguasai tiga pilar utama, yaitu Knowledge (pengetahuan), Skill (keterampilan), dan Attitude (sikap). Tunjukkan jati diri Anda yang sebenarnya dengan kapasitas dan kemampuan objektif yang kalian miliki,” ujar Menteri HAM.

Lebih lanjut, Menteri HAM menjelaskan perkembangan konsep hak asasi manusia dari masa ke masa, mulai dari hak sipil dan politik sebagai generasi pertama HAM, hak ekonomi, sosial, dan budaya sebagai generasi kedua, hingga hak atas pembangunan dan lingkungan yang termasuk dalam generasi ketiga. Ia juga mengapresiasi UKSW yang dinilainya konsisten mendukung pendidikan dan penguatan nilai-nilai HAM melalui penyelenggaraan Festival HAM sebagai ruang edukasi publik yang inklusif dan konstruktif.

Sementara itu, Rektor UKSW, Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Akt., menyampaikan bahwa tema pembangunan HAM dalam jiwa Pancasila sejalan dengan komitmen UKSW yang selama tujuh dekade terakhir menjunjung tinggi nilai keberagaman, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Menurutnya, penyelenggaraan Festival HAM menjadi bagian penting dari perjalanan UKSW dalam memperkuat budaya akademik yang menghargai hak asasi manusia dan nilai-nilai kebangsaan.

“Penyelenggaraan Festival HAM dengan tema ini merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan panjang kampus kami yang kini telah berusia 70 tahun. Sejak awal berdiri, UKSW tetap konsisten menyuarakan dan menegakkan HAM sebagai perwujudan nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Rektor UKSW.

Ia menambahkan bahwa UKSW akan terus bertransformasi sebagai ruang pembelajaran yang menghargai keberagaman serta membentuk generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Festival HAM 2026 diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain diskusi ilmiah, edukasi hukum dan hak asasi manusia, serta penguatan komitmen bersama antara Kementerian HAM dan civitas akademika dalam mendorong pembangunan berbasis HAM yang inklusif.

Kegiatan ini turut dihadiri Staf Khusus Menteri HAM Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional Herman Dogopia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Tengah Mustafa Beleng beserta jajaran, unsur Forkopimda, pemerintah daerah, serta ratusan mahasiswa dan sivitas akademika UKSW.

Unduh Siaran Pers


Kepala Biro Umum, Protokol, dan Humas

Kementerian Hak Asasi Manusia

Pungka M Sinaga

Website: www.kemenham.go.id

Instagram: @kementerian_ham

Tiktok: kementerianham

Facebook: Kementerian Hak Asasi Manusia

Email: humas@kemenham.go.id

Call Center: 150145

Whatsapp KemenHAM RI