KEMENTERIAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
NOMOR: SEK.4-HM.01.07-1473/VI/2026
TERIMA ASPIRASI MAHASISWA DI UNIVERSITAS MULAWARMAN, WAMEN HAM TEGASKAN PERSOALAN HAM HARUS DISELESAIKAN DARI HULU
Samarinda, 23 Juni 2026
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto memberikan kuliah umum di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, mengenai arah penguatan agenda hak asasi manusia di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Wamen HAM menegaskan bahwa pemerintah tengah membangun sistem perlindungan HAM yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada penyelesaian persoalan di hilir, tetapi juga pada pembenahan kebijakan dan regulasi yang menjadi akar berbagai persoalan HAM.
Dalam paparannya, Wamen HAM menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah memperkuat kerangka regulasi melalui pembahasan Rancangan Undang-Undang HAM yang diarahkan untuk mempertegas tanggung jawab negara dalam menghormati, melindungi, memenuhi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia secara sistematis. Penguatan regulasi tersebut juga ditujukan untuk membangun sistem kepatuhan HAM yang berlaku bagi seluruh aktor pembangunan nasional, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga sektor usaha.
"Negara harus hadir dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kementerian HAM bekerja untuk membangun sistem yang mampu mencegah, mengawasi, dan menyelesaikan persoalan HAM dari hulu sampai hilir. Karena itu, kepatuhan HAM harus menjadi standar bersama, baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun sektor usaha," tegas Wamen HAM.
Kuliah umum berlangsung interaktif dengan dialog yang terbuka dan dinamis. Mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi dan kritik terkait sejumlah persoalan HAM, termasuk persoalan lubang bekas tambang di Kalimantan Timur yang telah menyebabkan puluhan korban jiwa. Menanggapi berbagai pandangan yang disampaikan mahasiswa, Wamen HAM menegaskan bahwa kritik dan tuntutan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya memperkuat perlindungan hak asasi manusia.
"Apa yang disampaikan teman-teman mahasiswa sesungguhnya merupakan persoalan-persoalan yang sedang dikerjakan pemerintah melalui Kementerian HAM. Persoalan HAM harus diselesaikan dari hulu. Karena itu, penyelesaiannya tidak cukup dilakukan setelah masalah terjadi, tetapi juga harus menyentuh akar persoalan di wilayah kebijakan dan regulasi. Negara harus hadir untuk membangun sistem yang mampu mencegah berbagai persoalan tersebut terus berulang," ujar Wamen HAM.
Menurutnya, persoalan hak asasi manusia tidak hanya berkaitan dengan kebebasan sipil dan politik, tetapi juga menyangkut hak hidup, hak atas lingkungan yang aman dan sehat, serta tanggung jawab negara untuk memastikan bahwa pembangunan tidak meninggalkan korban.
Wamen HAM juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Mulawarman beserta para Wakil Rektor dan seluruh sivitas akademika Universitas Mulawarman atas penyelenggaraan kuliah umum yang berlangsung dengan baik, terbuka, dan kondusif. Menurutnya, kampus memiliki peran penting sebagai ruang dialog yang memungkinkan berbagai gagasan, kritik, dan aspirasi disampaikan secara damai dalam suasana akademik yang sehat.
"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Rektor, para Wakil Rektor, serta seluruh sivitas akademika Universitas Mulawarman yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Perbedaan pandangan, kritik, dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan tradisi akademik yang harus dijaga bersama. Ruang-ruang dialog seperti inilah yang penting untuk terus dirawat," ujar Wamen HAM.
Wamen HAM menegaskan bahwa berbagai kritik dan aspirasi yang disampaikan masyarakat bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan energi untuk terus memperjuangkan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia di Indonesia.
"Berbagai kritik dan aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan energi bagi saya untuk terus berjuang. Perjuangan hak asasi manusia adalah perjalanan panjang yang tidak boleh berhenti. Selama masih ada persoalan yang dihadapi masyarakat, selama itu pula negara harus terus bekerja dan memperbaiki diri," tegas Wamen HAM.
Kuliah umum di Universitas Mulawarman ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda dalam memperkuat kesadaran bahwa perlindungan hak asasi manusia merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Melalui penguatan kebijakan, pembenahan regulasi, dan pembangunan sistem kepatuhan HAM nasional, Kementerian HAM menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Indonesia yang semakin adil, bermartabat, dan menempatkan manusia sebagai pusat dari seluruh proses pembangunan nasional.
Kepala Biro Umum, Protokol dan Hubungan Masyarakat
Kementerian Hak Asasi Manusia
Pungka M Sinaga
Website: kemenham.go.id
Instagram: @kementerian_ham
TikTok: @kementerianham
Facebook: Kementerian Hak Asasi Manusia
Email: humas@kemenham.go.id
Call Center: 150145