Hadapi Tantangan Global, KemenHAM RI Tegaskan HAM Berperan Penting Bagi Masa Depan

13 Agustus 2025 12:00 WIB
Admin Kemenham
353 Dilihat

Surabaya (13/08/2025) - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto menegaskan bahwa HAM adalah alat penting bagi masa depan guna menjaga martabat manusia di tengah perubahan dinamika global sekaligus pergeseran politik.

“HAM bukanlah warisan, melainkan alat untuk masa depan. Pertanyaan mendesak: Masihkah HAM relevan? Saya jawab: HAM bukan hanya relevan, melainkan sangat mendesak. Bahwa HAM bukanlah peninggalan masa lalu, melainkan sebuah alat penting untuk masa depan,” tegas Mugiyanto saat membuka forum “The 8th Conference of Human Rights”, bertempat di Kampus B Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (12/08).

Lebih lanjut Mugiyanto ungkapkan bahwa terdapat 3 (tiga) krisis utama yang mengancam kemanusiaan, yaitu disrupsi teknologi, regresi demokrasi, dan krisis iklim. Menurutnya, ketiganya dinilai sebagai ancaman nyata terhadap martabat manusia, terutama bagi kelompok paling rentan.

"Untuk menghadapi krisis tersebut, forum inilah yang akan menjadi ruang refleksi untuk memastikan bahwa HAM tetap menjadi pijakan menghadapinya," jelas Mugiyanto.

Dirinya berujuar bahwa KemenHAM RI berkomitmen untuk memperkuat kebebasan berekspresi, perlindungan digital, dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Berbagai inisiatif kebijakan berbasis HAM sedang dikembangkan, termasuk usulan penerapan uji tuntas HAM (Human Rights Due Diligence) bagi para pelaku usaha. Tujuannya adalah memastikan setiap investasi dan kegiatan ekonomi tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat.

Disamping itu, seruan solidaritas baru di Asia mulai disatukan oleh kesadaran bahwa martabat manusia adalah urusan bersama. Dirinya menjelaskan bahwa Asia tidak harus menyalin model HAM dari kawasan barat, melainkan dapat menciptakan praktik yang kontekstual dan progresif, namun tetap setia pada inti moralnya: kemanusiaan.

"HAM bukan hanya milik aktivis, melainkan urusan semua orang yang ingin melihat generasi penerus hidup bebas dan bermartabat." ujar Mugiyanto.

Whatsapp KemenHAM RI